Kolong Sinema

by

“Aku kan bilang filmnya busuk, bukan berarti aku nggak menikmati filmnya.”

Mimpi aneh Izal tentang superhero-superhero lokal, membuka obrolan panjang antara ia dan Tino, sepasang penjaga persewaan film, dan Molly, bocah SMP penyuka tokusatsu, tentang film-film superhero yang pernah diproduksi di Indonesia.

Kolong Sinema adalah sebuah surat cinta untuk film kelas B. Komik ini dengan cerdik memanfaatkan panil demi panil untuk membicarakan, mengkritik, dan memuji film-film superhero lokal, lewat tiga karakternya yang antusias dengan budaya populer dan berlagak sebagai kritikus film.

Sejak diterbitkan tahun 2018, komik Kolong Sinema banyak menuai pujian. Hikmat Darmawan memasukkannya dalam daftar komik terbaik 2018. Cinema Poetica, jurnal film online, juga menuliskan review positif .

Meski tidak bisa dibilang sebagai komik non-fiksi sepenuhnya, kita dapat melihat bagaimana sebuah medium kreatif, yaitu komik, dapat digunakan untuk mengkaji sebuah medium kreatif lain. Berbeda dengan kajian akademis yang lebih menekankan pada penilaian ilmiah – dengan kategori dan metode tersendiri – atas sebuah fenomena atau realitas, komik ini mengkaji fim dalam gambar-gambar yang indah dan bahasa yang lugas.

You may also like

Tibet: Kisah Mhusha, Putri si Tukang Daging

Tibet: Kisah Mhusha, Putri si Tukang Daging

"Lihat, Mhulan. Nirwana membuka dirinya sendiri pada kita." Roh jahat telah menguasai Mhusha, putri seorang tukang daging, menyebabkan ia menderita sebuah penyakit. Roh jahat itu akan menghilang dan dirinya akan sembuh jika ia melukis sebuah wihara milik seorang Lama....

Bus Malam

Bus Malam

"Aku sering memikirkan masa lalu..." Saat malam datang, tak ada lagi transportasi umum yang tersisa untuk mengantarmu pulang, kecuali sebuah bus malam. Tapi itu bukan bus biasa. Ia tak mengantarmu ke tempat yang kau inginkan, karena bus malam ini lebih tahu ke mana...

Waktunya Menutup Toko

Waktunya Menutup Toko

"Dalam dunia dimana dusta merajalela, menulis cerita cabul adalah tindakan revolusioner" Seorang pemuda dengan 207 ekor lalat di dalam kepalanya. Seorang ninja yang menyamar menjadi pemilik toko buku. Seekor kucing yang hilang. Sebuah distrik yang menyimpan riwayat...

Walking

Walking

"Dia malas belajar, makanya aku mengirimkannya untuk belajar seni." Sebuah komik autobiografi surealis dari Zuo Ma, seorang komikus independent di China. Lewat komik ini, Zuo Ma menceritakan kisah kisah masa kecilnya, pengalaman di desa, idealismenya untuk menjadi...

Share This